Selasa, 29 November 2011

Metode Penulisan SKRIPSI

TUTORIAL PENULISAN SKRIPSI
1. Pengertian Skripsi
Skripsi merupakan karya ilmiah akhir dari mahasiswa guna menyelesaikan program S1 di
Fakultas MIPA UGM. Skripsi tersebut sebagai bukti kemampuan akademis mahasiswa yang
berhubungan dengan penelitian dan pemecahan masalah-masalah. Atas dasar itu maka
skripsi yang disusun mahasiswa harus dipertahankan dalam suatu ujian akhir.
2. Karakteristik Skripsi
. Beberapa karakteristik pokok yang perlu dimiliki dalam penyusunan skripsi mahasiswa,
antara lain :
a) Disusun berdasarkan hasil kajian literatur dan atau pengamatan lapangan.
b) Ditulis dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar berdasarkan ejaan
yang disempurnakan.
c) Bidang kajian difokuskan kepada permasalahan ekonomi dan upaya pemacahannya, baik
dalam lingkup mikro maupun makro.
3. Sistematika Skripsi
Skripsi yang disusun mahasiswa terdiri dari tiga bagian pokok seperti berikut ini.
Bagian Persiapan
1. SAMPUL
2. HALAMAM JUDUL
3. HALAMAN PENGESAHAN
4. ABSTRAK
5. KATA PENGANTAR
6. DAFTAR ISI
7. DAFTAR TABEL
8. DAFTAR BAGAN (GAMBAR)
Bagian Teks
1.BAB I. PENDAHULUAN
2 BAB II. LANDASAN TEORI (Diberi judul sesuai dengan isi Bab II)
3.BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
4.BAB IV. DESKRIPSI DATA DAN PEMBAHASAN
5.BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN.
Bagian Akhir
1. DAFTAR PUSTAKA
2. LAMPIRAN-LAMPIRAN
3. DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Bagian Persiapan
1. Sampul
Sampul skripsi dari karton berwarna kuning kunyit (orange) yang memuat judul skripsi,
logo lembaga, nama lengkap, NPM penulis, lembaga serta tempat dan tahun (lihat
lampiran).
2. Halaman Judul
Halaman ini memuat judul skripsi dan seterusnya sebagaimana halnya halaman sampul.
Pada halaman judul ini dituliskan pula maksud dari penulisan skripsi yakni untuk memenuhi
salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Sains pada Fakultas MIPA UGM (lihat
lampiran).
3. Halaman Pengesahan
Pada halaman ini berisi judul skripsi, nama penulis, NPM serta pihak yang mengesahkan
(para pembimbing skripsi) dan diketahui oleh ketua jurusan. Nama pembimbing dan ketua
jurusan ditulis lengkap dengan gelarnya.
4. Abstrak
Abstrak merupakan uraian singkat tetapi lengkap dan ditulis dalam bahasa Indonesia.
Abstrak terdiri dari dua bagian yaitu bagian identitas yang berisi nama penulis, judul skripsi
dan tahun penulisan serta bagian isi abstrak yang berisi uraian singkat tentang permasalahan
yang dikaji, teori yang mendasarinya, pendekatan atau metode yang digunakan, hasil serta
implikasinya.
Bagian identitas abstrak diketik hanya dengan satu spasi, nama penulis diketik dengan huruf
besar, sedangkan judul hanya huruf awal dari setiap kata yang diketik dengan huruf besar
kecuali kata sambung. Bagian isi abstrak diketik dengan dua spasi dan panjang abstrak tidak
lebih dari tiga halaman. (lihat lampiran).
5. Kata Pengantar
Kata pengantar berisi uraian yang mengantarkan penulis kepada permasalahan yang
dikajinya. Dalam kata pengantar ini penulis dapat mencantumkan ucapan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah berjasa atau membantu penyelesaian skripsinya.
6. Daftar Isi
Daftar isi ditulis secara rinci memuat sistematika skripsi dengan menyertakan halaman pada
sudut kanan. Jarak antar bab adalah dua spasi, sedangkan antar sub bab berjarak satu spasi.
Judul bab ditulis dengan huruf besar dan sub bab hanya huruf awalnya saja yang ditulis
dengan huruf besar kecuali kata sambung (lihat lampiran).
7. Daftar Tabel
Daftar tabel memuat nomor tabel, nama tabel dan halaman yang diletakkan pada sudut
kanan. Nomor tabel ditulis terdiri dari dua kelompok, angka pertama dengan angka romawi
menunjukkan bab dan angka berikutnya dengan angka arab setelh tanda pemisal
menunjukkan nomor tabel. Contoh tabel nomor 1 para bab II diberi nomor “II-1”. Jarak
antar tabel diketik dua spasi dan untuk judul yang menggunakan lebih dari satu baris diketik
dua spasi.
8. Daftar Bagan (gambar)
Daftar bagan, gambar, grafik, peta diketik seperti daftar tabel. Daftar isi, daftar tabel dan
daftar bagan masing-masing ditulis pada halaman tersendiri.
Bagian Teks
1. BAB I. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan bagian awal skripsi yang memberikan gambaran tentang :
a. Latar belakang
b. Identifikasi masalah
c. Batasan dan rumusan masalah
d. Tujuan dan manfaat penelitian latar belakang masalah
2. BAB II. Landasan Teori
Bab ini terdiri dari tiga bagian yang saling berkaitan yaitu kajian teori yang harus diuraikan secara
cermat, kerangka konseptual dan hipotesis.
a. Kajian Teoritis
Bab ini berisi kutipan atau teori-teori yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Di dalamnya
dapat dikemukakan hal-hal yang sejalan atau bertentangan dengan pendapat atau teori lain sehingga
jelas alasannya mengapa suatu teori tersebut digunakan oleh penulis. Penelitian terdahulu yang
relevan juga diperlukan pada bagian ini.
b. Kerangka Konseptual
Pada bagian ini diperlihatkan kaitan antar variabel yang akan diteliti sesuai dengan teori atau fakta
lapangan yang diperkuatnya.
c. Hipotesis
Hipotesis dirumuskan berdasarkan kerangka konseptual yang selanjutnya harus diuji kebenarnnya
melalui analisis data penelitian.
3. BAB III. Metodologi Penelitian
Bab ini berisi pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian, antar lain meliputi :
a. Defenisi operasional atau penjelasan variabel penelitian
b. Tempat atau lokasi dan waktu penelitian
c. Sumber data atau populasi dan sapel
d. Instrumen dan cara mengumpulkan data
e. Teknik analisis data yang digunakan
4. BAB IV. Deskripsi Data Dan Pembahasan
Bab ini terdiri dari dua bagian besar yaitu :
a. Deskripsi Data
Berisi serangkaian data yang berhasil dikumpulkan, baik data pendukung seperti latar belakang
lembaga / instansi yang diteliti, struktur organisasi dan sebagainya serta data utama yang diperlukan
untuk pengujian hipotesis. Data-data tersebut harus dideskripsikan secar sistematis.
b. Pembahasan
Bagian ini berisi pembahasan tentang hasil penelitian sesuai dengan acuan dan kriteria-kriteria yang
telah ditetapkan. Bagian pembahasan ini memperlihatkan ketajaman dan keluasan wawasan penulis
mengenai permasalahan yang dikajinya.
5. BAB V. Kesimpulan Dan Saran
Pada bab ini berisi dua bagian yaitu :
a. Kesimpulan
b. Saran-saran
Kesimpulan menyajikan pemaknaan secara terpadu terhadap hasil penelitian yang telah diperoleh.
Bentuk-bentuk penulisan kesimpulan dapat berupa butir-butir maupun bentuk essai padat. Dari
kesimpulan selanjutnya penulis dapat memberikan saran-saran atau rekomendasi.
Bagian Akhir
1. Daftar Pustaka
Daftar pustaka hanya berisi sumber-sumber tertulis yang dikutip dan digunakan dalam karya ilmiah
(skripsi), karena itu sumber tertulis lain yang tidak dikutip meskipun pernah dibaca penulis dalam
kaitannya dengan penulisan skripsinya tidak perlu dimasukkan dalam daftar pustaka.
Penulisan pustaka disusun menurut abjad dari nama penulisnya dan nama keluarga harus ditulis
lebih dahulu tanpa menyertakan gelar. Sumber tulisan (pustaka) yang menggunakan lebih dari satu
baris diketik satu spasi dengan menjorok ke dalam sejauh 0,5 inchi untuk baris ke dua dan
seterusnya, sedangkan jarak antar pustaka diketik dengan dua spasi dan diawali pada margin kiri.
2. Lampiran-lampiran
Lampiran berisi keterangan-keterangan tambahan yang digunakan dalam karya ilmiah
bersangkutan, misalnya berupa dokumen khusus, instrumen atau alat pengumpul data, ringkasan
hasil pengolahan data, peta atau gambar. Setiap lampiran diberi nomor urut dan masing-masing
diberi judul.
3. Daftar Riwayat Hidup
Riwayat hidup penulis ditulis dapat dalam bentuk butir per butir maupun dalam bentuk essai padat
yang antara lain memuat nama, tempat dan tanggal lahir, data orang tua penulis, riwayat
pendidikan, pengalaman kerja dan tanda penghargaan yang pernah diterima.
C. Lembar Kerja dan Pengetikan
1. Kertas
Kertas yang digunakan ialah HVS 70 atau 80 gram ukuran kuarto ataupun A4 (21,0 x 29,7 cm).
2. Bidang Kerja
Bidang kerja yang digunakan pada kertas adalah 4 cm dari sisi kiri dan 3 cm masing-masing dari
sisi kanan, sisi atas dan sisi bawah kertas.
3. Pengetikan
Karya ilmiah khususnya skripsi harus diketik dengan komputer dan boleh menggunakan program
wordstar, wordPerfeck, Microsoft Word dan program-program pengolah kata lainnya. Jenis huruf
yang digunakan ialah yang memiliki 10 karakter setiap inchinya (10 cpi).
Naskah diketik dua spasi kecuali untuk hal-hal khusus sebagaimana dijelaskan pada bagian Teknik
Penulisan. Awal paragraf dimulai 0,5 inchi ke dalam atau pada ketukan ke enam dari batas margin
kiri. Judul tabel, judul gambar dan sejenisnya diketik satu spasi. Judul tabel ditulis di atas tabel
sedangkan judul bagan, gambar ataupun grafik ditulis pada bagian bawah. Kata lanjutan setelah
tanda koma, titik koma atau titik dua diketik dengan jarak satu karakter dari tanda koma. Kalimat
lanjutan setelah tanda titik sebaiknya diketik dengan jarak dua karakter dari tanda titik kalimat
sebelumnya.
4. Ilustrasi
Ilustrasi seperti gambar, tabel ataupun bagan harus ditulis pada kertas naskah. Ilustrasi tersebut
tidak boleh menggunakan kertas grafik atau kertas lain yang ditempelkan pada kertas naskah
(kecuali foto atau bahan cetakan).
5. Nomor Halaman
Halaman sampul, judul dan pengesahan tidak dinomori. Halaman abstrak diberi nomor dengan
angka arab dan diapit dua tanda kurung. Halaman kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar
bagan atau gambar diberi nomor dengan angka romawi kecil i, ii dan seterusnya. Nomor halaman
abstrak, kata pengantar, daftar isi, daftar bagan atau gambar diletakkan di tengah bawah dari
naskah.
Untuk halaman naskah yakni dari halaman pendahuluan sampai halaman daftar pustaka serta
lampiran-lampiran diberi nomor dengan angka arab tanpa menggunakan titik. Nomor halaman
untuk naskah (pendahuluan sampai daftar pustaka dan lampiran) diletakkan pada sudut kanan atas
naskah, kecuali untuk halaman-halaman yang memuat judul bab dan daftar pustaka yang harus
diletakkan di tengah bawah dari naskah. Setiap judul bab harus dimulai pada halaman baru.
D. Teknik Penulisan
1. Angka dan Satuan
Pada awal kalimat tidak dibenarkan menggunakan angka atau lambang. Angka biasanya digunakan
untuk menyatakan tanggal, nomor halaman, persentase dan waktu, contohnya : tanggal 1 Agustus
1977; halaman 25; 50 %; pukul 14.00 dan sebagainya. Jika dalam suatu kalimat harus diawali
dengan suatu lambang atau angka maka harus ditulis dengan huruf, contohnya : Satu kilogram
bahan “X” membutuhkan tenpat seluas 50 cm2 pada meja itu.
Ukuran ataupun jumlah dapat menggunakan angka sedangkan satuan dapat disingkat tanpa
memberi tanda titik pada akhir singkatannya, seperti : 5 cm, 220 V, 10 kg, 10 ha, 8 km dan
seterusnya. Untuk angka besar dapat juga menggunakan kombinasi angka dan huruf, contohnya :
1.500.000 ditulis menjadi 1,5 juta.
Hasil pengukuran atau suatu jumlah harus ditulis dengan huruf bila kurang dari 10 dan ditulis
dengan angka untuk 10 atau lebih, misalnya : dua orang, tujuh mahasiswa, 10 buah buku. Jika
menytakan suatu rangkaian atau deretan dapat menggunakan angka, misalnya ; Pemberian libur
kepada karyawan adalah 10 hari, 6 hari dan 4 hari masing-masing untk golongan I,II dan untuk
golongan III.
Rumus dan kalimat-kalimat matematika dapat ditulis dengan angka atau simbol-simbol. Apabila
rumus atau kalimat matematika tersebut hanya terdiri dari satu baris maka penulisannya harus
ditempatkan di tengah-tengah.
2. Singkatan
Singkatan yang boleh digunakan adalah singkatan yang sudah resmi atau lazim digunakan. Untuk
menulis singkatan, pertama sekali harus ditulis secara lengkap kemudian diikuti dengan singkatan
resminya yang diletakkan di dalam tanda kurung, contoh : Fakultas MIPA (FMIPA) merupakan
fakultas favorit untuk Perguruan Tinggi di Yogyakarta. Penulisan selanjutnya dapat hanya
menggunakan singkatan FMIPA saja.
3. Font Italic
Isitilah asing ditulis dengan font italic (cetak miring), contoh : et al
4. Penulisan Judul
Judul skripsi (pada halaman judul dan sampul) ditulis dengan huruf kapitas di tengah atas, jika judul
lebih dari satu baris harus diketik berbentuk piramid terbalik.
Judul bab ditulis dengan huruf kapital diletakkan pada atas tengah halaman dan nomor bab ditulis
dengan angka romawi. Judul sub bab ditulis pada margin kiri dan didahului dengan huruf urutan
(capital). Jarak sub bab ialah empat spasi di bawah judul bab, huruf pertama setiap kata dalam judul
sub bab ditulis dengan huruf kapital kecuali kata sambung. Jarak sub bab dengan teks berikutnya
tiga spasi, demikian juga jarak teks dengan sub bab di bawahnya. Berikut ini diberikan contoh
penulisan bab dan sub-sub bab yang digunakan.
Contoh :
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nomor sub-sub bab ditulis dengan cara seperti berikut :
A. -----------------
1. -------------------
a. -------------------
1) ----------------
a) ------------
(1) -----------
5. Paragraf Baru
Paragraf baru harus ditulis menjorok ke dalam sebanyak 6 ketukan (0,5 inchi dari margin kiri).
Jangan memulai awal paragraf pada baris terakhir halaman, sebaiknya pula baris terakhir suatu
paragraf tidak boleh ditempatkan pada baris awal halaman berikutnya.
6. Suku Kata
Pemenggalan suku kata harus didasarkan menurut tata bahasa yang dibakukan, pemenggalan suku
kata menurut program pengolah kata komputer umumnya menggunakan aturan asing sehingga
selalu tidak sesuai dengan tata cara pemenggalan kata dalam bahasa Indonesia.
7. Kutipan
a. Kutipan langsung (dari sumber pertama) ditulis dengan menggunakan dua tanda petik (“). Jika
kutipan kurang dari empat baris ditulis biasa dengan dua spasi digabung dalam paragraf, akan tetapi
jika kutipan empat baris atau lebih maka ditulis satu spasi dan menjorok ke dalam empat ketukan
dari margin kiri dan empat ketukan dari margin kanan.
b. Kutipan dari sumber ke dua ditulis tetap mengacu kepada sumber pertama dengan menyebutkan
sumber kedua yang mengutipnya. Cara penulisannya sama seperti halnya untuk kutipan langsung.
c. Kutipan yang dinyatakan dengan bahasa penulis sendiri (hanya mengutip pokok-pokok pikiran)
ditulis dua spasi dan gigabung ke dalam paragraf tetapi dengan menyebutkan sumber kutipan.
d. Cara menulis sumber kutipan dapat dibedakan dalam dua macam:
Pertama : Jika sumber kutipan ditulis mendahului kutipan, cara penulisannya ialah nama penulis
lalu diikuti tahun penerbitan dan halaman yang keduanya diletakkan dalam tanda kurung. Contoh
: Moh. As’ad (1996, hal 6) menyatakan .......................
Kedua : Jika sumber kutipan diletakkan setelah kutipan maka penulisannya ialah nama penulis,
tahun penerbitan dan halamam yang semuanya dalam tanda kurung. Contoh : Disiplin kerja dapat
diartikan sebagai .......(Hasibuan, 1994, hal. 12)
e. Jika penulis terdiri dari dua orang, nama keluarga dari penulis tersebut harus disebutkan, sebagai
contoh : (Hasibuan dan Manulang, 1997, hal. 10).
f. Jika penulis terdiri lebih dari dua orang, maka cara menulisnya ialah nama keluarga dari penulis
pertama dan diikuti dengan et al serta tahun penerbitan dan halaman.
Contoh : Sanders, et al (1992) menyatakan ...
g. Jika bahan kutipan dibahas oleh banyak penulis dengan sumber berbeda maka penulisannya harus
menyertakan nama para penulis dan tahun penerbitannya dan diletakkan di dalam tanda kurung,
contoh : Produktivitas kerja diartikan sebagai ... (Fraser, 1992; Lathan, 1994; Hasibuan 1996).
h. Jika sumber kutipan ditulis oleh seorang penulis sama banyak sumber dan tahun penerbitan yang
sama maka cara menulisnya adalah dengan menambah huruf a, b dan seterusnya setelah tahun
penerbitan, contoh : (Setiawan, 1997a; Setiawan, 1997b).
8. Daftar Pustaka
Banyak model atau tata cara penulisan daftar pustaka. Dalampedoman ini komponen yang harus
ditulis dalam daftar pustaka ialah nama penulis (nama keluarga diletakkan di depan dan tanpa
gelar), tahun penerbitan yang diletakkan dalam kurung, judul sumber pustaka (digaris bawahi), kota
tempat penerbit dan nama penerbit.
Baris pertama tiap pustaka ditulis pada margin kiri dan baris berikutnya ditulis menjorok ke dalam
enam ketukan dari margin kiri. Jarak baris daftar pustaka adalah satu spasi sedangkan jarak sumber
pustaka dengan sumber pustaka lainnya dua spasi.
Cara penulisan daftar pustaka dapat dibedakan menurut sumber yang digunakan.
a. Jurnal, Majalah.
Jika jurnal sebagai sumber pustakanya maka harus ditulis nama penulis, tahun penerbitan (dalam
tanda kurung), judul artikel (ditulis di antara dua tanda petik), nama jurnal (digaris bawahi),
volume, nomor dan tempat penerbit.
b. Surat Kabar
Urutan penulisannya ialah nama penulis, tahun penerbitan (dalam tanda kurung), judul artikel
(ditulis di antara dua tanda petik), nama surat kabar (digaris bawahi), waktu penerbitan dan kota
tempat penerbit.
c. Buku
Penulisan daftar pustaka jika sumbernya berbentuk buku adalah nama penulis, tahun penerbitan
(dalam tanda kurung), judul buku (digaris bawahi), kota tempat penerbit. Antara komponen
dipisahkan dengan tanda titik kecuali nama kota dan penerbit yang dipisahkan dengan titik dua. Jika
penulisnya terdiri dari dua orang maka keduanya harus dituliskan yang didahului dengan nama
keluarga, tetapi jika penulisnya lebih dari dua orang maka hanya nama keluarga dari penulis
pertama yang ditulis dan diikuti dengan et al.
Jika seorang penulis memiliki lebih dari satu pustaka yang dikutip, penulisan nama hanya pada
pustaka pertama sedangkan berikutnya cukup dengan menarik garis sepanjang nama tersebut. Untuk
tahun penerbitan yang sama harus dibedakan dengan menambah a, b dan seterusnya setelah tahun
penerbitan.
d.Pustaka yang Tidak Dipublikasikan
Pustaka yang tidak dipublikasikan seperti skripsi, tesis ataupun disertai jika dijadikan sumber
pustaka maka penulisannya adalah nama penulis, tahun penerbitan (dalam tanda kurung0, judul
pustaka (digarisbawahi), jenis pustaka dan lembaga, serta keterangan tidak dipublikasikan. Jika
sumber pustaka berupa makalah, penulisannya adalah nama penulis, tahun penerbitan (dalam tanda
kurung), nama kegiatan dimana makalah diperuntukkan, kota tempat kegiatan.
LAMPIRAN
Contoh halaman judul
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA MELALUI
PEMBERIAN TRAINING KARYAWAN
PADA PT. MAJU JAYA PERMAI
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Sains
Jurusan ................................
LOGO UGM
Oleh
N a m a : Irma Widiastuti
N P M : .............................
JURUSAN : ............................
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2007
Contoh Abstrak
ABSTRAK
Muhammad Iqbal. Meningkatkan Produktivitas Kerja Melalui Pemberian Training
Karyawan Pada PT. Maju Jaya Permai. Skripsi. 2006.
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------- dst
Contoh Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Pasay, N. Haidy (1996). “Pasar Kerja Terkelola: Pekerja dan SDM sebagai Harta Komplementaritas
dalam Kemajuan Teknologi Menghadapi Abad 21”. Makalah Disampaikan pada Kongres ISEI XIII
15 Februari 1996 di Medan.
Rambe, Muis Fauzi (1997). Analisis Proficiency Kerja Karyawan Berdasarkan Latar Belakang
Pendidikan dan Pengalaman: Studi Komparatif di PT. Pelabuhan Indonesia–I Cabang Belawan.
Tesis S2, PPS STIE Ganesha Jakarta. Tidak Dipublikasikan.
Sriadhi (1997a). Panduan Pengolahan Data Statistik dengan Menggunakan Software Komputer.
Medan : UPT Pusat Komputer UMSU.
--------- (1997b). Aplikasi Lotus untuk Pengolahan Data Statistik. Medan : UPT Pusat Komputer
UGM.
Steer, Ricard M, et al (1985). Managing Effective Organizations; an Introduction. Boston : Kent
Publishing Company.
Susanto dan Elisabeth (1995). “Network Organization: Kajian Aspek Sumber Daya Manusia”.
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia, Vol. 24 No. 5.
Indra Priyadi (2006). “Pengaruh Ketidaknyamanan Kerja terhadap Kinerja”. Jurnal Manajemen
dan Bisnis, Vol. 4 No.1., http://www.umsu.ac.id/jurnal/mb.html. Diakses 25 Maret 2007.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar